PANIAI WUU... "Semoga PEMILUKADA Yang Sedang Berlangsung Di Meeuwodide Dan Mouwodide Berjalan Dengan Baik, Jujur Dan Adil"
Featured Posts
Latest Posts

KPU Paniai Tetapkan Tiga Pasangan Balon Bupati dan Wakil Bupati Paniai Independen

PANIAI - Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Paniai, pada hari sabtu [18/02/2012], di Kantor KPU Kabupaten Paniai di Madi, menetapakan tiga pasangan calon yang lolos tahap verifisikasi factual yang dilakuakn oleh PPD dan PPS.Berdasarkan Berita Acara Rapat Pleno KPU Kabupaten Paniai, nomor: BA. 35/KPU-PAN/II/2012, tertanggal 17 Februari 2012.

Menetapkan, pasangan Bakal Calon Bupati Yehuda Gobai, S. Th., M. Si dan Calon Wakil Bupati Melkias Muyapa, S. IP, memperoleh dukungan suara sah sebanyak 15.905 dengan prosentase 10,30%. Pasangan Bakal Calon Bupati Pdt. Yulianus Yogi, S. Th., MA dan Calon Wakil Bupati Drs. Ishak Gobai, MA, memperoleh dukungan suara sah sebanyak 13.526 dengan prosentase 8,76%. Dan disusul dengan pasangan Bakal Calon Bupati Drs.Yeheskiel Tenouye, dan Calon Wakil Bupati Yulius Yeimo, SE, memperoleh dukungan suara sah sebanyak 11.492 dengan prosentase 7,44%.

Sementara lima pasangan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk maju ke tahapan berikutnya adalah Pasangan Bakal Calon Bupati Yan Tebai, S. Sos., M. Si dan Calon Wakil Bupati Marselius Tekege, S. Pd, memperoleh dukungan suara sah sebanyak 8.543 dengan prosentase 5,53%. Pasangan Calon Bupati Yosafat Nawipa, S. Pd dan Calon Wakil Bupati Bartolomeus Yogi, Amd. Sos, memperoleh dukungan suara sah sebanyak 8.337 dengan prosentase 5,40%. Disusul oleh, pasangan Calon Bupati Titus Mote, SE dan Calon Wakil Bupati Penias Pigai, S. Sos., M. Si, memperoleh dukungan suara sah sebanyak 7.168 dengan prosentase 4,64%. Sementara itu, Pasangan Calon Bupati Marius Yeimo, SE dan Calon Wakil Bupati Drs. Anselmus Petrus You, M. Si, memperoleh dukungan suara sah sebanyak 6.134 dengan prosentase 3,97%. Sedangkan, pasangan Calon Bupati Martinus Yogi, SE dan Calon Wakil Bupati Mathias Mabi Gobai, SE, memperoleh dukungan suara sah sebanyak 2.197 dengan prosentase 1,42%.

Dalam, acara penyampaian hasil rekapitulasi verifikasi faktual ini turut di hadiri oleh Bupati Kabupaten Paniai sebagai Pembina politik yang di wakili oleh Asisten I. Wakapolres Paniai, dan Dandim 1705 Paniai. Serta di hadiri oleh 4 anggoata KPU Paniai dan ketua dan sekertaris dari masing-msing kandidat.

Dalam arahannya, bupati Paniai meminta agar proses demokrasi di Kabupaten ini bisa menjalan aman, jujur, adil, damai dan bermartabat. “kita harap supaya proses demokrasi di Paniai bisa sukses dan lancar, adil aman, damai, jujur”. Lebih lanjut, Pemerintah sama sekali tidak ada interpensi dalam proses pemilukada ini. “Kami perlu sampaikan bahwa pemerintah sama sekali tidak ada interpensi sedikitpun, dalam pemilukada ini” imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolres Paniai berharap proses Pemilukada di Paniai menjadi contoh bagi Kabupaten di Papua khususnya wilayah Mee dan Migani seperti Deiyai, dan Intan Jaya yang juga sebagai wilayah kerja Polres Paniai. “Kami sebagai pihak keamanan, berharap Paniai menjadi contoh bagi kabupaten lain di Papua khususnya wilayah kerja kami yakni Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Intan Jaya”.

Usai kegiatan ini, Ketua KPU Kabupaten Paniai Zeth Yeimo, SH mengatakan, proses yang ditetapkan oleh KPU adalah sah dan bila ada pihak atau candidat yang tidak puas dengan penyampaian hasil rekapitulasi verifikasi factual ini diberikan kesempatan tiga hari sejak penetapan. “Keputusan KPU, dan Tahapan yang telah ditetapkan akan tetap jalan, dan jika ada kandidat yang tidak puas dengan hasil ini, silakan mengajukan laporan keberatan kepada kami mulai hari ini” ujarnya. [Yunus Amopiya Yeimo]
read more...

MK Putusan Sengketa Pilkada Dogiyai, Pemungutan Suara Ulang di Distrik Piyaiye

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan KPU Dogiyai melakukan pemungutan suara ulang Pilkada Kabupaten Dogiyai di delapan kampung di Distrik Piyaiye. Yakni di Kampung Apogomakida, Deneiode, Yegeiyepa, Ideduwa, Kegata, Egipa, Ukagu, dan Kampung Tibaugi. Pemungutan suara ulang di Distrik Piyaiye ini dengan mengikutsertakan tiga pasangan calon, masing-masing pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe, Anthon Iyowau-Apapa Clara Gobay, dan pasangan Natalis Degei-Esau Magay.

Sedangkan metode pemilihan dalam pemungutan suara ulang tersebut harus dilakukan sesuai dengan tata cara yang dikehendaki oleh masyarakat masing-masing kampung di Distrik Piyaiye. Hal ini dilakukan untuk menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat dan hak-hak tradisionalnya yang masih berlaku di masyarakat setempat.

Demikian putusan perkara Nomor 3/PHPU.D-X/2012 perselisihan Pilkada Dogiyai, yang diucapkan dalam persidangan MK, Jumat (17/2) bertempat di Ruang Sidang Pleno Lantai 2 Gedung MK. Mahkamah dalam amar putusan menyatakan mengabulkan sebagian permohonan yang diajukan oleh pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe. “Mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebagian,” kata Ketua Pleno Moh. Mahfud MD saat membacakan amar putusan.

Mahkamah juga memerintahkan KPU Provinsi Papua, Panwaslukada Dogiyai, dan Bawaslu untuk mengawasi pelaksanaan pemungutan suara ulang tersebut. Selanjutnya, MK menetapkan melaporkan hasil pemungutan suara ulang kepada MK paling lambat 90 hari setelah putusan ini diucapkan. Terakhir, Mahkamah menyatakan menolak permohonan Pemohon untuk selain dan selebihnya.

Selain membacakan putusan perkara Nomor 3/PHPU.D-X/2012 tersebut, secara berturut-turut Mahkamah juga membacakan putusan perselisihan Pilkada Dogiyai yang diajukan pasangan Anthon Iyowau-Apapa Clara Gobay (perkara Nomor 4/PHPU.D-X/2012) dan pasangan Ausilius You-Timotius Mote (perkara Nomor 2/PHPU.D-X/2012).

Mahkamah menyatakan permohonan pasangan Anthon Iyowau-Apapa Clara Gobay tidak dapat diterima karena melewati tenggang waktu. Tenggang waktu permohonan sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) PMK 15/2008, adalah bahwa “permohonan pembatalan penetapan hasil penghitungan suara Pilkada diajukan ke Mahkamah paling lambat 3 hari setelah Termohon menetapkan hasil penghitungan suara Pilkada di daerah yang bersangkutan.”

Sedangkan amar putusan untuk perkara Nomor 2/PHPU.D-X/2012, Mahkamah menyatakan permohonan pasangan Ausilius You-Timotius Mote tidak dapat diterima karena tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) mengajukan permohonan. [ros/ist]
read more...

Bupati Maximus : DWP Punya Peran Strategis Dukung Program Pemerintah

INTAN JAYA - Bertempat di aula Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Nabire, Senin (19/12), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Intan Jaya merayakan HUT DWP Ke–12.

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Songgonau, S.Sos yang diwakili Asisten II Sekda Intan Jaya, Aser Mirib, mengatakan, DWP sebagai organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) mempunyai peran yang sangat strategis dalam mendukung terlaksananya program-program pembangunan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Sejalan dengan misi pembangunan milenium atau yang lebih dikenal sebagai Millenium Development Goals (MDGs) yang ditandatangani oleh 147 kepala negara dan sejumlah perwakilan PBB, dalam KTT Milenium yang diselenggarkan pada bulan September tahun 2000, di New York Amerika Serikat. Deklarasi MDGs tersebut bertujuan mencapai pembangunan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan yang akan diukur pencapaiannya melalui 8 sasaran. Yakni, memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/Aids, malaria, dan penyakit menular lainnya, memastikan kelestarian lingkungan hidup, dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

“Pemerintah Indonesia sebagai salah satu negara yang turut menandatangani deklarasi MDGs tersebut, punya komitmen yang tinggi untuk mengurangi lebih dari separuh orang yang menderita karena kelaparan, menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasar, menuntaskan kesenjangan gender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi angka kematian anak balita hingga 2/3, dan mengurangi 11 hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015,” ungkapnya.

Menurutnya, sasaran MDGs tersebut tentunya telah dijabarkan dalam program-program pembanguan dari pusat hingga ke daerah. Tetapi program-program tersebut kiranya akan menjadi slogan kosong yang tidak bermakna, ketika kita sebagai bagian dari bangsa ini, tidak berperan aktif untuk meningkatkan sumber daya manusia atau kualitas dirinya masing-masing.

Dalam upaya peningkatan kualitas diri inilah, kiranya secara khusus bagi DWP Kabupaten Intan Jaya, dapat berperan aktif memprogramkan kegiatan-kegiatan yang dapat membantu para istri PNS di masing-masing SKPD. Untuk meningkatkan kualitas dirinya melalui pelatihan-pelatihan ketrampilan, seminar-seminar dan sejumlah kegiatan lainnya. Yang pada akhirnya dapat memberdayakan para anggotanya dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga mereka mampu membangun ekonomi keluarga, memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak. Serta membangun keluarga yang sehat baik jasmani maupun rohani, sehingga terciptalah keluarga PNS yang mandiri, sehat dan cerdas.

Kata bupati, keluarga adalah bagian terkecil dari suatu bangsa atau masyarakat. Maka masyarakat yang berkualitas hanya dapat dicapai bila setiap keluarganya juga mandiri, sehat, dan cerdas. Dalam bagian inilah anggota DWP sebagai ibu, istri PNS dan anggota masyarakat, dapat mengambil bagian secara nyata. Mula-mula dengan membangun keluarganya sendiri sehingga menjadi keluarga yang madiri, sehat, dan cerdas. Kemudian, menginspirasi orang lain di sekitarnya untuk juga melakukan hal yang sama. Sehingga, suatu hari nanti terciptalah masyarakat yang berkualitas dalam setiap aspek kehidupan, seperti yang kita sepakati bersama. Dengan demikian, lanjut bupati, kita dapat membawa masyarakat Intan Jaya untuk maju setara dengan masyarakat kabupaten lain di Tanah Papua ini, dan Indonesia pada umumnya.

“Melalui kesempatan yang berbahagia ini, kami sampaikan terima kasih kepada segenap pengurus DWP Kabupaten Intan Jaya, secara khusus kepada panitia HUT DWP yang telah mempersiapkan dan melaksanakan berbagai kegiatan dan lomba, hingga terlaksananya acara resepsi pada hari ini. Juga kepada semua pihak yang telah turut berpartisipasi mendukung kegiatan DWP ini,” tuturnya.

Diakhir sambutannya, Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Songgonao, S.Sos juga mengucapkan, selamat hari ulang tahun DWP yang Ke–12 bagi Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Intan Jaya. Semoga tahun-tahun kedepan Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra pemerintah semakin dapat berkarya nyata, baik dalam lingkup organisasi sendiri dan juga dapat menyentuh masyarakat secara lebih luas. Sehingga impian Dharma Wanita Persatuan untuk menjadi pembawa inspirasi dalam mencerdaskan bangsa dapat terwujud. (cad)

read more...

Tenaga Operator Siap Magang di Nabire

DOGIYAI - Selain menandatangani MoU kursus computer dengan Wirabuana Komputer, Pemda Dogiyai dalam hal ini Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Dogiyai pun mengadakan kegiatan magang tenaga operator SIAK ( Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan ) pada Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nabire.
Kepala Disdukcapil Dogiayai, Sisilia Mote, S.Sos mengatakan melalui press rilisnya, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemda Nabire melalui Disdukcapil Nabire, terutama Kepala Disdukcapil dan Stafnya yang telah menerima dan memfasilitasi sehingga kegiatan magang bias terselenggara dengan baik.
Sisilia Mote, tak lupa menghimbau kepada para peserta magang operator SIAK, untuk serius dan penuh tanggung jawab . Diharapkan pada tahun 2012 mendatang tenaga-tenaga magang ini sudah siap pakai, pada tahun itu Data penduduk Kabupaten Dogiyai sudah dapat dientri dan dengan SIAK pula dapat melayani masyarakat berupa pembuatan Kartu Keluarga, KTP Nasional yang berbasis e-KTP (Elektronik KTP), Akte Pencatatan Sipil seperti Akte Kelahiran, Akte Nikah, Akte Kematian, Akte Cerai, Akte Pengakuan Anak dan Akte Pengangkatan Anak.
Kadisdukcapil merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Pemda Dogiyai, Pimpinan dan Anggota DPRD Dogiayai yang telah mendukung penuh melalui dana ABT Tahun 2011 ini untuk Pengadaan Perangkat SIAK yang baru sebagai ganti Perangkat lama bantuan dari Pemerintah Pusat yang dijarah pada kerusuhan Maret lalu.Ia pun sangat Berharapa dukungan penuh dengan komitmen Pemda Kabupaten Dogiyai untuk sharing dana APBD sehingga penerapan E-KTP pada tahun 2012 dapat berjalan baik dan lancar.
Daya upaya dan perjuangan yang dilakukan oleh Disdukcapil tujuannya untuk kelancaran pelayanan yang prima kepada masyarakat untuk memiliki dokumen Negara yang harus dimiliki setiap Warga Negara Indonesia (WNI) seperti halnya daerah lain diseluruh Nusantara. Diakatakan Sisilia, melalui Kabid Tenaga Kerja, Herman Tebai, Penyelenggaraan Pemerintahan yang kini diemban Disdukcapil adalah tugas prioritas dari seorang kepala daerah dalam melaksanakan tugasnya. Kemudian barulah melaksanakan tugas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan magang SIAK pada Disdukcapil Nabire seiring dengan adanya kegiatan kursus computer. Kursus computer itu sendir rencanaya berlangsung / dimulai pada 13 Desember- minggu ketiga (Minggu 3) Januari 2012. Pesrtanya diikuti oleh 10 anak asli Dogiyai yang tersaring dalam penjaringan yang dilakukan oleh tiap distrik di kabupaten Dogiyai. Adapun tujuan dari diselenggrakannya kursus ini adalah untuk menyiapkan SDM ditingkat Distrik yang nantinya kan dipakai sebagai Operator SIAK di tingkat Distrik. Dan diharapkan suatu saat nanti akan diperlengkapi dengan diklat aplikasi SIAK.
Ditahun-tahun mendatang Pemerintah Pusat melalui Departemen Dalam Negeri akan memberikan dan memasang peralatan SIAK di tingkat distrik yang tentunya harus dibarengi dukungan sharing dana APBD dari masing-masing kabupaten dan tenaga-tenaga handal sebagai Operator.
Pemasangan jaringan SIAK yang menggandeng sebuah provider selluler ditingkat distrik bertujuan mengentri data penduduk yang ada di wilayah distrik yang kemudian data ini akan online ke tingkat Pemda melalu Disdukcapil demi pelayanan kepada kepada masyarakat untuk mendapatkan dokumen Negara yang dibutuhkan oleh masyarakat yang berdomisili diwilayah kabupaten bersangkutan.
Pemberdayaan anak-anak asli Dogiayai yang gencar digalakan Disdukcapil Dogiayai baik sebagai tenaga honorer maupun tenaga operator SIAK dan kursus computer ini dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa apabila setiap orang diberi perhatian sungguh , diberdayakan , diberi kesempatan untuk belajar serta difasilitasi lambat laun pada akhirnya anak asli Dogiyai ini akan menjadi SDM yang handal yang nantinya siap pakai diberbagai kantor dan bidang.
Pemberdayaan ini harus dilakukan mulai sekarang dalam rangka menginvestasi SM berkualitas untuk kejayaan kabupaten Dogiyai kedepan menuju “Dogiyai Dou Ena” dengan motto yang mendasar “kalau bukan sekarang kapan lagi memberdayakan anak asli dogiyai?kalau bukan kita yang memberdayakan sekarang, siapa lagi yang akan melakukannya nanti ?” (sum)
read more...